Senin-Jumat 08.00-17.00
0267-840-3298
0813-9831-5045

Menu

Aisyah binti Abu Bakar istri Nabi Muhammad SAW

Jumat, Januari 25th 2019.

Aisyah binti Abu Bakar istri Nabi Muhammad SAW

Aisyah binti Abu Bakar istri Nabi Muhammad SAW

Beliau adalah guru bagi kaum laki-laki, beliau juga telah membuktikan kepada dunia sejak 14 abad yang lalu, bahwa perkara yang sangat mungkin apabila seorang wanita lebih pandai dari kaum laki-laki, baik dalam urusan politik atau bahkan siasat perang. Beliau merupakan wanita yang pandai, berilmu dan mendatangkan kebahagiaan di hati suaminya yaitu Nabi Muhammad SAW.

Beberapa di antara banyaknya keutamaan yang dimiliki oleh Aisyah:

1. Aisyah adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan wanita.

Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384))

2. Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya.

Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11))

Berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapatpendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11)).

Berkata Ibnu Abdil Barr, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kesehetan, dan ilmu syair.”. Aisyah menjadi seorang Ummul Mukminin, ibunda kaum mukmin, sebab keutamaannya dalam ilmu. Aisyah sejak kecil selalu ingin tahu dan seiring berjalannya waktu ia punmenjadi perempuan pembelajar. Hidup bersama Rasulullah menjadi pemantik semangat Aisyah dalam mencari dan menyiarkan ilmu.

3. Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ke tujuh.

Bagaimana masa kesedihan Aisyah sebab fitnah yang datang kepadanya menjadikan ia mulia di hadapan manusia. Fitnah yang datang demi menjatuhkan Rasulullah dan menyakiti Rasulullah dengan mempertanyakan kesucian istrinya. Aisyah menghabiskan malam-malam bersama ayah dan ibunya dengan menangis dan jatuh sakit. Meratap dan berdoa. Aisyah segera sadar tidak ada tempat untuk bersandar selain kepada Allah.Terbesit dalam pikirannya Ibunda Maryam yang berlindung pada kesucian. Bagaimana ia mengingat sosok Maryam sebagai contoh utama bagi semua kehormatan, kesucian, dan ketaatan kepada Allah pun tak luput dari fitnah. Ketika penduduk bumi di seluruh bagian dunia ini pun ragu pada dirinya. Aisyah pun menyadari bahwa ujian paling berat di dunia ini bagi seorang wanita adalah fitnah mengenai kesucian dan kehormatannya.

New
Rp 355.000
New
Rp 325.000
New
Rp 325.000
New
Rp 325.000
New
Rp 295
New
Rp 295